ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Rabu, 04 Maret 2009

mengeja baitanmu

terasa asing ,bila hari ini aku harus berjalan melewati gurun yang belum pernah aku lewati tak ada bukit yang menjadi penanda ketika aku tinggalkan jejak ini.tak ada gerimis mengejarku apalagi hujun....mungkin ia selalu alpa bila kau pertanyakan disini yang ada hanya terik, dan tak lebih .

disekitarku hanya ada guratan takdir yang mengawasiku, diam-diam menjadi penunjukku tanpa aku memintanya....lalu hati ini menangis dan berteriak sekeras -kerasnya namun hanya nada lirihlah yang ada . tak ada bentuk kehidupan disini dan tak ada tanda -tanda jika aku mencari kebenarannya .

jiwa ini mengalir dari bantalanmu hingga menuju lelap yang masih aku rasa saat tak kutemukan malam yang menjadi penemu antara rindu dan cinta yang kini masih aku bawa , entah kemana aku harus mencarinya ....tak ada satu jejakpun untuk aku ikuti untuk menegur sajak yang pernah kutumpahkan dalam secarik kertas yang kau sodorkan kepadaku malam lalu , apakah itu rindu...? jika saat ini aku tak pernah merasakannya

hanya teguran yang aku harapkan,seandainya kau tak pernah menganggapku ada dalam baitanmu
bukan cacian ,maupun belas kasihan..... karena aku tak perlu itu

jika kau menganggap malam adalah misteriku, kau tak pernah salah menilaiku karena antara lelap dan lelahlah aku menitikkan sebuah harapan bersamamu.dan kau tak pernah menjawabnya bahkan membalasnya
dan itulah misteriku......

3 komentar:

  1. datang dan sampaikanlah apa yang menjadi niatmu terbaik....pasti diakan membalas apapun itu...

    BalasHapus
  2. menyampaikan sesuatu tidak harus dengan kata. bahasa tubuh bisa juga ntuk mewakili rasa. tapi adakalanya, tak semua makluk isa memahaminya. bersabarlah dalam memberi pehamanan. *tetep semangat*

    BalasHapus
  3. boykesn @ iya....mudah2an dibalas :)
    Kristina Dian Safitry @ ok.klo sabar insyaALLAH slalu mbak , tapi manusia juga da batasan kesabarannya

    BalasHapus