ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Selasa, 02 November 2010

Terbelit Semesta

sebelum perahu itu kita dayung dan sebelum ombak itu kita susuri bersama ,aku hanya ingin mengingatkanmu tentang satu ucapanku yang tak pernah kucoba menepiskannya . aku mencintaimu seperti fajar mencintai kehidupan ini , seperti hujan mencintai kehidupan ini , dan seperti tangis karena harus kehilangan kehidupan ini


*
Ketika jalanan ini tak habis selagi kutapaki.kadang berbelok , naik dan sesekali turun..
Tak kurasa puluhan kilo telah kurengkuh darinya , ketika jiwa itu terbelit semesta . waktu itu aku tiada.

Memanjakan lamunan dalam gerimis yang tak habis , ketika petir , angin dan badai itu tak nampak aku ingin tenggelam dalam koma sehingga jiwa ini tak merasa kehilanganmu. Engkau yang kini melekat dalam fikiranku , menyatu dengan denyut ketika kurasa ,dan tiba-tiba tiada ketika ingin kudekap…

Sebelum putaran jarum jam itu mengeras dan berdengung ditelingaku aku ingin mengingat senyummu sekejap , barangkali itu bisa mengusir cemas yang sesekali melekat dijantungku , aku berdo’a untukmu sebisa barisan itu kuucap dalam lirihku , ketka harus menunggu kabar yang selalu kunanti dalam detik yang habis dilalap menit .selebihnya aku dan jiwa ini tak berdaya, …


purwodadi ,27 Juli 2010

4 komentar:

  1. Tulisan indah. Semoga asamu menjadi nyata sebelum putaran waktu berhenti untuk selamanya, amin.

    BalasHapus
  2. sajak yang menawan, slm kenal

    BalasHapus
  3. Senyumnya pasti manis sekali ya..? hehehe

    BalasHapus
  4. simple dan menggetarkan hati... seep

    BalasHapus