ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Minggu, 04 Oktober 2009

Gerimis kecil di kotaku

Pasir putih, kini ia pucat
Terlantar diantara bebatuan pusat kota ini
Hatiku mulai terjemput olehnya

sebulan lalu ia adalah raja di kota ini
Terbang semaunya , dan berakar direrongga manusia
Lalu kami saling menghujat,..


Ma’af , kami lupa …….
Sudah tak ada pasir putih disini
Seperti yang pernah kuceritakan pada anak-anak kami
Semua telah hilang bersama nistaku
Dan terlebur dalam rerintik kecil ,
Tuhan kini aku mengerti.

Sabtu, 03 Oktober 2009

untuk mereka.... (tanpa air mata)

Kemanakah perginya damai itu,ia yang kucari-cari dalam keterikatanku dengan malam dan pagi. Tentang cerita yang pernah mereka lalui dan mencairkan sebagian rasa itu setelah rembulan tak memukulku dengan tatapannya ,… ada pesan untuk mereka sebelum pagi mengeraskan tubuhku.

“ ketika bencana itu ada,akulah tulangmu dari sebagian do’a yang terpanjatkan untuk sebagian dari mereka… sungguh kami hanya berseru untuk mereka dan kami selalu ada untuk mereka ,meski kau bilang kepadaku .. kata2 itu tak cukup untuk mereka namun kami selalu sertakan sebagian do’a untuk mereka dan tak pernah putus“


biarlah jiwa ini berlari , mengantarkan resah selama ini.. semoga bencana tak kudengar lagi