ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Senin, 22 Agustus 2011

KEPADA LAUT


Ketika pasang.

Sesekali , aku benar-benar merindukan hempasan ombakmu
Menghabiskan ribuan rasa yang mengkarat dibentangan beton

Ketika surut.

Aku berhak bersulang kepada pemberi pesan (“)
Ketka didada ini terlihat cacat ,

Mukaku pucat menjadi-jadi
Bukan seperti birunya langit ketika tak mengepul dengan asap
Bukan layaknya gunung yang membatu hingga menimbulkan resah

Ketika tak ada lagi pasang surutmu darimu.
Bukan hanya sepi yang kurasa,
Melainkan hati ini benar-benar mati

Minggu, 31 Juli 2011

ketika kami


menjadi butiran-butiran darah
menjalar disekujur tubuh
jiwa kami mendarah , membanjiri tiap bentangan do'a
yang kami panjatkan

urat-urat kami menyimpulkan pilu
berharap teduh mengunjungi hati kami
agar tak ada lagi
sehasta rasa , ketika kami merindukan mati

ketika kami ,
berlebih-lebih dalam setiap hilir kecemasan hati
mudahkanlah YaRobb kami berdiskusi dengan-Mu
agar tak ada lagi ,
titik hitam yang menyimpul disetiap hati kami