ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Minggu, 11 Maret 2012

saling berucap

aku yang pernah bertanya
kemana arah tatapan mata kita sore itu
kau menjawab " kearah yang sama "

aku yang pernah bertanya pula
kemana kita hendak melangkah setelah itu
kau menjawab " kita hanya akan melewati jalan setapak menuju rumah kita"
disana,mungkin hanya ada aku dan guraumu

dan kemudian kita saling menatap
serentak berucap " sampai kapan kau mencintaiku "
dalam hati kita menjawab " lewati saja jalanan setapak ini "
esok pasti kau akan lebih mengerti

Selasa, 06 Maret 2012

Tembok-tembok bertato kuda

Selain kita,
Ada tembok-tembok bertato kuda
Bukan hiu atau kura-kura
Diujung sana aku mulai menghitung ruas jalan yang dulu kulewati
Pernah kuhabiskan tanah sepetak dan ternak sepuluh
Semua kuikat dalam lemari belajarku
Kuambil satu-satu ,
Lalu kupulangkan kepadanya

Disana, pernah kuhitung jarak antara aku dengan rumahku
Sejengkal tak ada,
Namun begitu jarang aku mengetuk pintu rumah
Ada tembok-tembok bertato kuda dikamarku
Ada lukisan-lukisan pak tua sejajar dengan kuda itu
Kukira, dulu ia adalah kakekku
Namun ternyata bukan (kata ibuku)

Selain kita,
Ada cat warna kuning kusam diatas lemari gudang
Kuhitung satu-satu
Ketika jemariku semua merunduk,
Yang kugenggam adalah udara hampa
Tanpa tengadah yang mengiba pada satu do’a
Begitu lama aku meninggalkanmu tembok-tembok bertato kuda


Selain kita,
Ada gambar kecil yang kulipat-lipat dalam saku
Kukira itu kau
Tembok-tembok bertato kuda
Ternyata bukan ketika kubuka
Hanya tulisan-tulisan sederhana
Dan ada satu lingkaran besar disekililingnya
“purnama”
Dikota kelahiranku
Tembok-tembok bertato kuda