Selain kita,
Ada tembok-tembok bertato kuda
Bukan hiu atau kura-kura
Diujung sana aku mulai menghitung ruas jalan yang dulu kulewati
Pernah kuhabiskan tanah sepetak dan ternak sepuluh
Semua kuikat dalam lemari belajarku
Kuambil satu-satu ,
Lalu kupulangkan kepadanya
Disana, pernah kuhitung jarak antara aku dengan rumahku
Sejengkal tak ada,
Namun begitu jarang aku mengetuk pintu rumah
Ada tembok-tembok bertato kuda dikamarku
Ada lukisan-lukisan pak tua sejajar dengan kuda itu
Kukira, dulu ia adalah kakekku
Namun ternyata bukan (kata ibuku)
Selain kita,
Ada cat warna kuning kusam diatas lemari gudang
Kuhitung satu-satu
Ketika jemariku semua merunduk,
Yang kugenggam adalah udara hampa
Tanpa tengadah yang mengiba pada satu do’a
Begitu lama aku meninggalkanmu tembok-tembok bertato kuda
Selain kita,
Ada gambar kecil yang kulipat-lipat dalam saku
Kukira itu kau
Tembok-tembok bertato kuda
Ternyata bukan ketika kubuka
Hanya tulisan-tulisan sederhana
Dan ada satu lingkaran besar disekililingnya
“purnama”
Dikota kelahiranku
Tembok-tembok bertato kuda
Selasa, 06 Maret 2012
Kamis, 16 Februari 2012
Semakin sempit
Hujan tiada,
Bersama awan yang kulipat-lipat dalam saku
Kukantongi rasa cemas ketika kau tak berada diretinaku
Tetapi apakah itu sama,
Kau menghawatirkanku juga?
Digang kecil menuju rumahku
Kulihat ada sepasang dadu, entah itu milik siapa
Dibiarkan tercecar dalam genangan air
Kotak kecil yang sesekali meramalkan cuaca hari ini
Hujan tiada,
Dalam hitungan detik
Kuhitung sendiri, hingga matahari itu terbenam
Tetapi kau tak muncul juga malam itu
Kulihat malam semakin sempit
Tak ada dadu
Tak ada genangan air di gang itu
Mungkin sepasang dadu itu pernah membuatku kacau
Ketika kau tak disini
Bersama awan yang kulipat-lipat dalam saku
Kukantongi rasa cemas ketika kau tak berada diretinaku
Tetapi apakah itu sama,
Kau menghawatirkanku juga?
Digang kecil menuju rumahku
Kulihat ada sepasang dadu, entah itu milik siapa
Dibiarkan tercecar dalam genangan air
Kotak kecil yang sesekali meramalkan cuaca hari ini
Hujan tiada,
Dalam hitungan detik
Kuhitung sendiri, hingga matahari itu terbenam
Tetapi kau tak muncul juga malam itu
Kulihat malam semakin sempit
Tak ada dadu
Tak ada genangan air di gang itu
Mungkin sepasang dadu itu pernah membuatku kacau
Ketika kau tak disini
Langganan:
Postingan (Atom)