ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Jumat, 12 Maret 2010

Biar kusimpan dalam sebagian gerimis

Hujanpun tiada pernah ingin berhenti , walau berselang detik dan kau rayu pada lalainya malam….
Aku seperti suara yang kau tahan dalam tiap kebimbanganmu,seperti inilah sejatinya fikiran yang tak siap untuk dibendung ..
Kemudian,… rerintikmu menghancurkan candaku,menjadikan beku tiap-tiap sendi tanpa upaya yang sama setelah semua menjadi seperti ini…

Sementara hanya lewat sepi aku bisa berhayal tentangmu ,tentang cerita yang tergopoh-gopoh kubangun dari sebagian intuisiku dan kupaparkan dari sebagian niat serta ingatanku,..
Aku seperti ini karena mu, entah semua ini sadar kulakukan atau justru sebaliknya,aku tak tau dan tak pernah ingin mengerti..
Ingin kupaparkan semua tentangmu sebelum rerintik ini terjatuh dalam sanjunganku,sebelum semua cerita kuawali dari huruf A dan angka 0.mungkin sepertti inilah janji yang ingin kutuai esok , sebelum kau tertidur pulas dan sebelum kau terjaga dari rasa dan bisingnya malam .aku ingin selalu disampingmu,… terus memandangmu hingga perasaan bosan itu tak kudapati lagi.

Ya , semua ini tergantung oleh gerimis ,manakala ia reda akupun tak akan lama menyanjungmu… seperti teratai yang terlepas dari tangkainya kemudian disimpan oleh satu tangan ,..

nyatakanlah sebagian rasamu pada aliran yang membekukan darahmu,mungkin sedikit dari yang kau punya dan selebihnya biar aku yang menyitanya , dan mennyimpannya dalam teralis yang sengaja kubuat untuknya.

Minggu, 07 Maret 2010

Teruntuk Rizki

Seperti inikah rasa yang aku genggam , serasa aku merasakan hadirnya kembali disini . setelah kekosongan menyita beberapa ruang hati ini ,kini ia hadir bagai bulan untukku ,bercanda lalu tersenyum tipis diwajahnya……

Ketika gelap menguasai lapang dan damaiku , seperti suara angin itu berbisik malu padaku seraya ia hendak bicara …dan menyampaikan seikat pesan darinya .mungkinkah pesan itu mewakili perasaanya untukku ataukah hanya sebatas khayalan – khayalan tipisku pada warna malam yang semakin gelap dan semakin mengacaukan pandanganku tentangnya.

Kudapati dalam diam bibirnya“Aku mencintaimu” sebelum kau menampakkan gelisah yang teramat menyiksa batin .dan aku ingin menggenggammu dalam bait sebelum pikiran dan tangan ini terbuih waktu dan tak sempat lagi mengenalmu.