ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Minggu, 18 Oktober 2009

kepada angin,

Sebelum udara ini sesak didadaku, dan sebelum tetesan air mata ini merangkak menjauh lalu memusuhiku,,.,,..,, biarkanlah aku menunda anganku satu bait sebelum nafas ini terhelai panjang dan biarkanlah aku memandangi kesalku seakan tiada berdetak putaran jarum jam yang mengiringiku sejak tadi, seperti detik berganti menit,seperti menit berganti jam dan seperti inilah aku mengagumimu...tak ada ukuran masa dan tak ada penjelas setelah semua terukir disini

entah mengapa hati ini merasa berat melepas kisah yang baru saja kuceritakan pada putaran angin sore tadi, sebelum daun-daun itu berguguran dan sebelum rerintik hujan menggenangi pandanganku .sedikit teguranku pada angin,..jangan kau tumpahkan anganku hari ini karena aku masih menyimpan sedikit kesal untuk esok.aku enggan mengakui semua yang melekat dalam kosongnya perasaanku,saat ini hanya ada sedikit rindu namun tak ada satupun yang menggenapinya ,..

gerimis baru saja kubenci, karena ia datang tak bersama rindu yang ia punya,... waktu baru saja kucela karena ia tak pernah memberi tempat untuk sekejap memikrkannya ,jika hanya ada angin yang ada disekelilingnya aku ingin ia membawa pesanku tentang sedikit tautan rasa yang memaksa hadir sebelum namanya kuulang-ulang dalam tiap kalimat yang mampu kubaca.

kepada angin,.. sedikit kusampaikan disini aku hanya berteman sketsa kosong ,..tak tahu harus beranjak kemana??

Sabtu, 10 Oktober 2009

seperti pesan resah

kemana jiwa ini harus kubawa,..
sepasang mata sudah tak memperhatikanku
sementara , rembulan tak melelapkanku dalam cahayanya
aku ingin tertidur dalam sepi
tak ada suara,...
tak ada petaka ,...
dan tak ada yang menggangguku

biarkan aku pergi sejenak
membawa benci yang tak sempat engkau sebutkan
berjelaga dalam mimpi
sebelum do'a-do'a kupanjatkan
untukmu,..
dan keluargaku