1.Keberadaanmu Jadi Lenyap Ketika Memandang KeberadaanNya
Cahaya bashirah itu membuatmu dapat menyaksikan betapa dekatnya Allah denganmu,ainul bashirah membuatmu menyaksikan kelenyapanmu karena keberadaan-Nya.Haqqul bashirah menyaksikan keberadaanNya,tidak pada kelenyapanmu dan tidak pula pada wujudmu.
inilah kenikmatan dan kebahagiaan yang dirasakan orang dalam bermakrifat.karena amal yang dilakukan dapat membersihkan kotoran hatinya sehingga menjadi cemerlang .Debu-debu kesalahan dan sifat tercela telah lenyap .Mata hatinya menjadi awas sehingga sampailah pada tingkat yang haqqul bashirah.Dengan mata hatinya ,dia dapat menyaksikan keberadaan Allah ,meskipun berupa cahaya kebenaranNya.
Orang semacam ini betul-betul merasakanperbedaan yang jauh antara penglihatan mata lahir dengan penglihatan mata batin .Apa yang dilihat secara kasad mata hanyalah berhubungan dengan lukisan-lukisan ,bentuk-bentuk, warna dan kenyataan didunia ini semuanya semu .semua memberi kenikmatan pandangan yang tidak kekal
Pandangan mata batin sangat indah dan menyenangkan .karena yang dilihat mata batin lebih tinggi dan lebih halus, tidak akan berubah selama-lamanya .jika sudah sampai tahap demikian ,maka ia sepertinya lenyap karena terkalahkan oleh cahaya kebenaran.
Apabila engkau ingin sampai pada haqqul bashirah ,maka hendaknya engkau menempuh tahapan-tahapan.yang pertama adalah syu’a’ul bashirah yaitu melihat dengan akal .Artinya , carilah hakikat dirimu dan cahaya kebenaran itu dengan menggunakan akal .Kemudian tingkatkan pada ainul bashirah ,yaitu dengan menggunakan ilmu .Artinya, engkau harus sadar betul bahwa dirimu sama sekali tidak ada dalam keberadaanNya.
Tingkat yang paling tinggi adalah haqqul bashirah ,yaitu dengan kesaksian .Engkau bias mengetahui hakikat dirimu (dengan akal) yang semula tidak ada kemudian menjadi ada.Lalu lenyap sama sekali sehingga tidak bisa disamakan dengan keberadaan Allah.Dimana keberadaanNya itu yang awal dan yang akhir dan tidak bias lenyap selama-lamanya.
2. Allah Ada Sejak Awal Hingga Akhir
Allah itu ada,dan tak satupun yang menyamaiNya ,dan kini Dia sebagimana adaNya semula.
Allah adlah haq .Dia yang awal dan yang akhir .dia ada secara lahir dan batin ,Dia berada dimana-mana,tidak kenal ruang dan waktu karena yang menciptakan ruang dan waktu adalah Dia.
Allah tidak bergantung kepada makhluk dan kenyataan yang ada adalah ciptaanNya .Mustahil Dzat yang menciptakan bergantung kepada yang diciptakan .Semua ciptaanNya berhubungan denganNya,butuh kepadaNya dan bergantung pula kepadaNya.
Semua makhluk bergantung pula pada perintahNya .Dan perintahNya berlangsung sesuai dengan kehendakNya .tak ada sesuatu yang berdiri disampingNya , tak ada yang menyamaiNya .Dia Esa ,berdiri sendiri,Mutlak,Maha dapat dipercaya ,dan Maha kekal.
3. Percuma Menggangtungkan Harapan Kepada selain Allah
Jangan engkau gantungkan harapanamu kepada selain Allah .Karena tak mungkin harapanmu dapat melampaui kekuasaanNya yang pemurah.
Engkau sakit kemudian pergi kedokter .Lalu hatimu menjadi tenang setelah diberi obat .hatimu berpengharapan kepada dokter atau kepada obat,sekalipun disisi lain engkau berdo’a meminta kesembuhan kepada sang kholik.sifat seperti itu bukanlah sifat seorang salik .sebab harapanmu masih bergantung kepada selain Allah .atau engkau berharap kepada Allah tetapio memposisikan dokter berdiri disampingNya.
Bukankah dalam sehari semalam engkau tidak kurang dari 17 kali membaca surat Al Fatihah yang berarti memberi kesaksian kepada Allah .Engkau katakan .’Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.”
Karenanya jika dalam keadaan miskin atau sakit atau menderita ,lalu engkau berharap pertolongan dari orang lain,berarti engkau telah ingkari kesaksianmu sendiri.percuma saja menggantungkan harapan kepada selain Allah .sebab selain Allah berarti makhluk.padahal kekuatan dan kekuasaan Allah melingkupi seluruh makhlukNya.
Orang-orang yang menempuh jalan makrifat akan menata niatnya dan membatasi harapannya hanya kepada Allah .karena mereka yakin bahwa Allah jua pemberi nafkah ,pemberi rahmat,karunia dan tidak sesuatupun yang dapat menandinginya.
4.Allah Jua Yang Memenuhi Hajatmu
Jangan sekali-kali memohon selain kepada Allah karena Dialah yang memenuhi hajatmu.bagaimana mungkin selain Allah dapat mengubah ketetapan Allah ?Bagaimana orang lain dapat memenuhi hajatmu sedangkan terhadap kebutuhannya sendiri saja tak mampu memenuhi?
Allah maha kaya dan maha pemurah .setiap makhluk ciptaanNya selalu diperhatikan dan dipenuhi kebutuhannya.oleh karena itu ketika engkau merasa sempit ,maka janganlah lari kepada sesuatu selain Allah untuk memohon terkabulnya kebutuhan .sesunggunya lapang atau sempit kehidupan hanya karena caramu memandang dan merasakannya .orang yang lapang hati ,meskipun sempit kehidupannya ,baginya selalu bahagia.
Renungkanlah ,orang yang engkau anggap mampu memenuhi hajatmu itupun bergantung kepada Allah.ia tak mampu memenuhi hajatnya sendiri .harapanmu akan menjadi sia-sia jika meminta kepada orang yang tak punya .sama saja artinya, engkau seorang pengemis tetapi meminta sesuatu kepada pengemis . apa mungkin semua harapan dan keinginan kamu terpenuhi?
Jika engkau menganggap bahwa orang lain dapat mengatasi kekacauan hatimu dan menghadirkan ketenangan ,maka anggapan itu hanyalah karena kedunguanmu.Bagaimana mungkin orang yang kacau mampu memberi nasehat dan mencerahkan hatimu?inilah kesalahpahaman yang tak disadari.
Minggu, 28 Desember 2008
Kamis, 25 Desember 2008
SHALAT ISTIKHARAH
Dari Jabir radhiallahu 'anhu mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari kami shalat istikharah dalam menghadapi semua urusan, sebagaimana mengajari kami surat Al-Qur'an. Kata beliau: "Apabila salah seorang dari kalian mempunyai rencana ingin melakukan sesuatu, hendaklah dia melaksanakan ruku' dua raka'at yang selain fardhu, kemudian hendaklah ia membaca do'a:
اللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِي فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ ليِ وَيَسِّرْهُ ليِ، ثُمَّ بَارِكْ ليِ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ ليِ فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنيِّ وَاصْرِفْنيِ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ اْلخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنيِ بِهِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada Engkau dengan ilmu yang ada pada-Mu, dan memohon kekuasaan-Mu dengan kodrat-Mu. Aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Tahu sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.
Ya Allah, kalu Engkau mengetahui urusan ini lebih baik untukku, agamaku, dan kehidupanku, serta baik akibatnya di dunia dan akhirat, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan itu bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan itu. Dan kalau Engkau mengetahui bahwa urusan itu berbahaya bagiku, agamaku, dan kehidupanku, serta buruk akibatnya baik di dunia dan di akhirat, maka jauhkanlah urusan itu dariku, dan jauhkan aku dari urusan itu. Takdirkanlah kebaikan untukku dimanapun juga dan jadikan aku ridha menerimanya."
Kehidupan manusia akan senantiasa mengalami berbagai macam problem, kalu penanggulangan problematika itu diserahkan kepada manusia itu sendiri maka tidaklah mampu, sehinggan harus disandarkan kepada Allah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Oleh karena itu sang pembuat syariat ini memerintahkan hamba-Nya untuk menegakkan shalat istikharah, yang mana di dalam shalat ini terdapat misteri dan hikmah yang akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya di dunia dan akherat.
Syekh Ibn Utsaimin berkata:
para ulamaberbeda pendapat ,mana yang harus didahulukan antara shalat istikharah dengan istisyarah(meminta saran kepada orang lain)
Yang benar yang harus didahulukan adalah shalat istikharah, berdasarkan sabda Nabi SAW "jika salah seorang diantara kalian hendak melakukan sesuatu,maka hendaklah dia shalat dua rakaat diluar shalat fardhu." Kemudian jika anda mengulang shalat istikharah selama tiga kali , namun anda belum mendapatkan kepastian ,maka mintalah pendapat orang lain ,lalu amvillah pendapat yang disarankan kepada anda itu .kami mengatakan shalat istikharah diulang selama tiga kali karena Nabi SAW biasa mengulang do'anya sebanyak tiga kali . shalat istikharah adalah do'a .Terkadang anda memperoleh kejelasan setelah shalat yang pertama,terkadang setelah yang kedua,dan bahkan setelah yang ketiga . jika anda belum juga mendapat kejelasan maka mintalah pendapat orang lain.insyaAllah jika niat dan usaha anda didasari dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan meminta petunjuk semua problem atau masalah anda pasti akan dipermudah oleh-Nya
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan sholat istikharah:
* Biasakanlah untuk melakukan shalat Istikharah dalam setiap perkara apa saja sekali pun sepele.
* Yakinlah bahwa Allah subhanahu wata’ala akan menganugerahkan petunjuk untuk hal yang lebih baik, himpun segenap hati saat berdo'a, renungi dan pahamilah makna-maknanya yang agung.
* Tidak sah melakukan shalat Istikharah setelah shalat fardhu tetapi harus berupa (shalat sunnah) dua raka'at yang khusus untuk shalat Istikharah.
* Jika hendak melakukan shalat Istikharah setelah shalat sunnah Rawatib, shalat Dhuha atau shalat-shalat sunnah lainnya, maka hal itu boleh dengan syarat berniat sholat Istikharah sebelum memulai shalat . Sedangkan bila telah melakukan Takbiratul Ihram untuk shalat istikharah, padahal belum meniatkan shalat Istikharah, maka tidak sah.
* Jika ingin melakukan shalat Istikharah di waktu-waktu yang terlarang, maka bersabarlah hingga masuk waktu shalat.
* Jika ada yang menghalangi untuk shalat -seperti sedang haidh bagi wanita-, maka tunggulah hingga halangan itu hilang. Jika urusan yang ingin di Istikharah-kan itu dikhawatirkan terlewati, maka beristikharahlah dengan cara berdo'a, bukan dengan melakukan shalat.
* Bila tidak hafal do'a Istikharah, maka bacalah di kertas atau kitab tetapi sebaiknya dihafal.
* Do'a shalat Istikharah boleh diucapkan sebelum salam dari shalat -yakni setelah tasyahhud- sebagaimana halnya boleh setelah salam.
* Bila telah melakukan shalat Istikharah, maka lakukanlah apa yang diinginkan itu dan jangan menunggu mendapatkan mimpi mengenai hal itu.
* Bila masih belum tampak mana yang lebih baik, maka ulangi lagi shalat Istikharah.
* Jangan tambahkan apa pun pada do'a ini dan jangan pula dikurangi. Berhentilah sebatas dalil yang ada.
* Jangan jadikan hawa nafsu menguasai dalam menentukan pilihan, sebab bisa jadi yang lebih baik bertentangan dengan hawa nafsu itu.
* Jangan lupa untuk meminta pendapat orang-orang yang bijak dan shalih. Gabungkan antara shalat Istikharah dan meminta pendapat.
(petikan syarah riyadhus shalihin)
اللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِي فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ ليِ وَيَسِّرْهُ ليِ، ثُمَّ بَارِكْ ليِ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ ليِ فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنيِّ وَاصْرِفْنيِ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ اْلخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنيِ بِهِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada Engkau dengan ilmu yang ada pada-Mu, dan memohon kekuasaan-Mu dengan kodrat-Mu. Aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Tahu sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.
Ya Allah, kalu Engkau mengetahui urusan ini lebih baik untukku, agamaku, dan kehidupanku, serta baik akibatnya di dunia dan akhirat, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan itu bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan itu. Dan kalau Engkau mengetahui bahwa urusan itu berbahaya bagiku, agamaku, dan kehidupanku, serta buruk akibatnya baik di dunia dan di akhirat, maka jauhkanlah urusan itu dariku, dan jauhkan aku dari urusan itu. Takdirkanlah kebaikan untukku dimanapun juga dan jadikan aku ridha menerimanya."
Kehidupan manusia akan senantiasa mengalami berbagai macam problem, kalu penanggulangan problematika itu diserahkan kepada manusia itu sendiri maka tidaklah mampu, sehinggan harus disandarkan kepada Allah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Oleh karena itu sang pembuat syariat ini memerintahkan hamba-Nya untuk menegakkan shalat istikharah, yang mana di dalam shalat ini terdapat misteri dan hikmah yang akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya di dunia dan akherat.
Syekh Ibn Utsaimin berkata:
para ulamaberbeda pendapat ,mana yang harus didahulukan antara shalat istikharah dengan istisyarah(meminta saran kepada orang lain)
Yang benar yang harus didahulukan adalah shalat istikharah, berdasarkan sabda Nabi SAW "jika salah seorang diantara kalian hendak melakukan sesuatu,maka hendaklah dia shalat dua rakaat diluar shalat fardhu." Kemudian jika anda mengulang shalat istikharah selama tiga kali , namun anda belum mendapatkan kepastian ,maka mintalah pendapat orang lain ,lalu amvillah pendapat yang disarankan kepada anda itu .kami mengatakan shalat istikharah diulang selama tiga kali karena Nabi SAW biasa mengulang do'anya sebanyak tiga kali . shalat istikharah adalah do'a .Terkadang anda memperoleh kejelasan setelah shalat yang pertama,terkadang setelah yang kedua,dan bahkan setelah yang ketiga . jika anda belum juga mendapat kejelasan maka mintalah pendapat orang lain.insyaAllah jika niat dan usaha anda didasari dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan meminta petunjuk semua problem atau masalah anda pasti akan dipermudah oleh-Nya
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan sholat istikharah:
* Biasakanlah untuk melakukan shalat Istikharah dalam setiap perkara apa saja sekali pun sepele.
* Yakinlah bahwa Allah subhanahu wata’ala akan menganugerahkan petunjuk untuk hal yang lebih baik, himpun segenap hati saat berdo'a, renungi dan pahamilah makna-maknanya yang agung.
* Tidak sah melakukan shalat Istikharah setelah shalat fardhu tetapi harus berupa (shalat sunnah) dua raka'at yang khusus untuk shalat Istikharah.
* Jika hendak melakukan shalat Istikharah setelah shalat sunnah Rawatib, shalat Dhuha atau shalat-shalat sunnah lainnya, maka hal itu boleh dengan syarat berniat sholat Istikharah sebelum memulai shalat . Sedangkan bila telah melakukan Takbiratul Ihram untuk shalat istikharah, padahal belum meniatkan shalat Istikharah, maka tidak sah.
* Jika ingin melakukan shalat Istikharah di waktu-waktu yang terlarang, maka bersabarlah hingga masuk waktu shalat.
* Jika ada yang menghalangi untuk shalat -seperti sedang haidh bagi wanita-, maka tunggulah hingga halangan itu hilang. Jika urusan yang ingin di Istikharah-kan itu dikhawatirkan terlewati, maka beristikharahlah dengan cara berdo'a, bukan dengan melakukan shalat.
* Bila tidak hafal do'a Istikharah, maka bacalah di kertas atau kitab tetapi sebaiknya dihafal.
* Do'a shalat Istikharah boleh diucapkan sebelum salam dari shalat -yakni setelah tasyahhud- sebagaimana halnya boleh setelah salam.
* Bila telah melakukan shalat Istikharah, maka lakukanlah apa yang diinginkan itu dan jangan menunggu mendapatkan mimpi mengenai hal itu.
* Bila masih belum tampak mana yang lebih baik, maka ulangi lagi shalat Istikharah.
* Jangan tambahkan apa pun pada do'a ini dan jangan pula dikurangi. Berhentilah sebatas dalil yang ada.
* Jangan jadikan hawa nafsu menguasai dalam menentukan pilihan, sebab bisa jadi yang lebih baik bertentangan dengan hawa nafsu itu.
* Jangan lupa untuk meminta pendapat orang-orang yang bijak dan shalih. Gabungkan antara shalat Istikharah dan meminta pendapat.
(petikan syarah riyadhus shalihin)
Langganan:
Postingan (Atom)