Pada dirham-dirham
Langit tertutup untuk itu,
Bukan peraturan yang berakar emas
Melainkan permainan kecil yang siap menjadi tunas
Atau hidup sebelum matahari meninggi
Aku bermuka dua didepanmu
Membawa sepucuk surat yang kulipat-lipat dalam kantong
Berisi garis-garis pucat meminta teduh
Hitam bayangku masih tetap utuh
Tak terlawan angin
Tak terlawan hujan dan panas
Aku menghilangkan cemas ketika bersemayam dirahimmu
Melebarkan tengadah tanganku untuk beribu rizki yang kupinta
Semoga,
Dan semoga aku tak tertawan oleh belasan rasa cemas
Yang kini mengepul dalam asupan semestaku
Kemudian langit tertutup untuk itu ,..
Senin, 05 Desember 2011
Selasa, 01 November 2011
Menuju jantungmu
jangan pernah tanyakan kabar pada siapapun,..
pada sepotong rembulanpun jangan
karena semalaman ini aku menghilang
menahan ruh yang mengepung jiwaku
jangan pernah tanyakan sosok yang pernah kau tulis pada kertas kosong malam itu
karena anginpun tak akan pernah sadar meniupkanya pada jejak yang pernah ia tinggal
malam yang indah ,
pernah kusandarkan kepedihanku padanya
tangisku digantikan senyum
kosongku , digantikan damai ,...
kemudian kau berontak dalam otak'ku . lalu kau tampar aku dengan telapakmu yang kiri,
plakkk.. " kawan , sadarlah ,.. kini angin telah berhembus keutara.menuju jantungmu "
pada sepotong rembulanpun jangan
karena semalaman ini aku menghilang
menahan ruh yang mengepung jiwaku
jangan pernah tanyakan sosok yang pernah kau tulis pada kertas kosong malam itu
karena anginpun tak akan pernah sadar meniupkanya pada jejak yang pernah ia tinggal
malam yang indah ,
pernah kusandarkan kepedihanku padanya
tangisku digantikan senyum
kosongku , digantikan damai ,...
kemudian kau berontak dalam otak'ku . lalu kau tampar aku dengan telapakmu yang kiri,
plakkk.. " kawan , sadarlah ,.. kini angin telah berhembus keutara.menuju jantungmu "
Langganan:
Postingan (Atom)